Besi Jembatan Diduga Dipretelin, Camat Anyar Langsung Respon Cepat Teruskan Ke Dinas Terkait.


SERANG — Jalur vital penghubung antara Desa Tambang Ayam dan Desa Sindangkarya di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten, menuai kekhawatiran mendalam dari masyarakat sekitar. Pasalnya, Jembatan Panarusa yang berada di jalur tersebut mengalami kerusakan parah akibat komponen strukturnya yang diduga dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab.

Kondisi ini pertama kali dilaporkan oleh salah seorang warga setempat, Zaenal, saat melintas di lokasi pada Kamis, 1 Oktober 2026. Berdasarkan laporan cepat yang ia sampaikan kepada pemerintah setempat, sejumlah komponen besi penting pada jembatan tersebut raib, meninggalkan lubang menganga di area sambungan jalan.

Dalam laporannya, Zaenal memperlihatkan situasi memprihatinkan melalui kiriman video berdurasi singkat. Rekaman visual tersebut memperlihatkan besi penghalang jembatan yang sebagian besar telah hilang. Tidak hanya itu, besi penyambung di bagian transisi antara badan jalan dan jembatan juga raib, memicu terbentuknya lubang yang cukup dalam dan membahayakan pengendara.
Akibat kerusakan tersebut, para pengendara sepeda motor yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraan dan mengambil jalur pinggir demi menghindari lubang.

“Tadi Zaenal lewat Jembatan Panarusa, batas Desa Tambang Ayam – Sindangkarya, ini miris kondisi jembatannya besi-besinya pada hilang diduga ada yang mretelin, besi di sambungan jalan juga hilang jadi dalam gitu jeblok karena enggak ada besinya,” ujar Zaenal melalui pesan singkat, Kamis (1/10/2026).

Zaenal juga menambahkan bahwa jalur tersebut merupakan akses alternatif yang aktif selama 24 jam dan kerap dipadati oleh kendaraan berat serta wisatawan pada akhir pekan. Ia khawatir jika aksi pencurian komponen ini juga merembet ke bagian baut di kolong jembatan yang dapat memicu risiko ambruk secara mendadak.

Menanggapi laporan darurat tersebut, Camat Anyar H. Imron Ruhyadi langsung bergerak sigap dengan meneruskan informasi krusial itu kepada dinas berwenang agar segera mendapatkan intervensi cepat.

“Izin Pak Kadis, mohon bantuan dan atensinya,” tulis H. Imron Ruhyadi, Camat Anyar saat meneruskan laporan warga tersebut.

Respons tanggap darurat pun langsung ditunjukkan oleh instansi terkait. Melalui koordinasi lintas sektor, pihak berwenang memastikan akan segera menerjunkan tim teknis guna melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Baik, Pa. Secepatnya kami survei ke lokasi dimaksud,” balas pihak dinas terkait merespons laporan tersebut.

Langkah kolaboratif antara keaktifan warga dalam mengawal infrastruktur publik dan gerak sigap aparat pemerintah Kecamatan Anyar ini diharapkan mampu mencegah risiko kecelakaan fatal, demi menjamin keselamatan warga serta kenyamanan para pengguna jalan yang melintasi kawasan wisata Anyar.

Posted in News

Berita Terkait

Top