“Spanduk Terima Kasih Warga untuk Prof. Sufmi Dasco Terpasang di Kampung Periuk Pasca Dugaan Intimidasi LSM”


TP| Cilegon — Warga Lapak Kampung Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, memasang sebuah spanduk besar berisi ucapan terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH, MH. Spanduk tersebut dipasang di depan permukiman sebagai bentuk apresiasi warga yang merasa telah dibantu dan dilindungi dari dugaan tindakan intimidasi yang mereka klaim dilakukan oleh oknum sebuah LSM yang disebut warga sebagai “abal-abal”.

Tindakan pemasangan spanduk ini menarik perhatian publik karena dilakukan setelah terjadinya insiden yang menurut warga menyeret oknum LSM yang diduga merobohkan bangunan warga di kawasan tersebut.

“Sebagai simbol rasa syukur,” kata Aris Selaku Kordinator Warga.
Aris menjelaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk ungkapan hati masyarakat yang merasa mendapat dukungan saat menghadapi tekanan dari pihak luar.

“Pemasangan spanduk tersebut adalah bentuk dari rasa syukur dan terima kasih kami kepada beliau yang sudah membantu dan melindungi kami dari kebiadaban oknum LSM abal-abal,” ujar Aris kepada awak media, Rabu (19/11/2025).

Aris menegaskan bahwa perilaku oknum yang diduga terlibat sangat bertentangan dengan fungsi LSM sebagaimana yang Ia pahami.

“Sebenarnya keinginan warga kampung lapak priuk tidak muluk – muluk dari awal penggusuran, mereka hanya meminta diperlakukan secara manusiawi oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan, jika Ia datang kepada warga dengan membawa surat kepemilikan, maka kami akan pergi dari lahan yang kami tempati ini dengan ikhlas, Tetapi ketika kami diperlakuan dengan sewenang- wenang oleh Oknum LSM tersebut, kami sepakat dan merasa ikhlas jika lahan ini di ambil alih oleh negara, dari pada dikuasai oleh para oknum LSM dan para mafia tanah yang bermain,” Tegasnya.

“Setahu saya, LSM itu singkatan dari Lembaga Swadaya Masyarakat yang notabene membantu dan memihak kepada masyarakat lemah, bukan malah Lembaga Sengsarakan Masyarakat menindas dan mengintimidasi masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak LSM maupun dari aparat terkait mengenai duduk perkara insiden perobohan bangunan tersebut. Warga berharap perhatian dari pemerintah daerah serta pihak berwenang untuk memastikan keamanan dan keadilan bagi masyarakat setempat. (Red)

Posted in News

Berita Terkait

Top