Pawai Panjang Mulud Kp.Bengras 1448 H /2026 Resmi Dibuka, Warga Antusias Lestarikan Budaya
ANYER – Tradisi tahunan Pawai Panjang Mulud Kampung Bengras 1448 H/ 2026 resmi dibuka pada Minggu pagi, 6 September 2026. Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita oleh tokoh pemud(Maskun MS) acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari RT 1 hingga RT 6. Kp.bengras DS Sindangmandi kec. Anyer
Acara pembukaan berlangsung di halaman di bawah tenda besar yang dipenuhi masyarakat dengan pakaian adat serba putih. Suasana khidmat dan meriah, acara dimulai dengan sambutan dan doa bersama.
Dalam sambutannya, Maskun MS menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga masyarakat yang telah berpartisipasi untuk terus merawat dan menjaga kelestarian budaya lokal.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon izin ke tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RW, ketua RT dari RT satu sampai RT enam. Kepada para masyarakat Kampung Bengras, khususnya Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Pemuda-Pemudi dan Adek-Adek yang saya cintai,” pemotongan pita ini rangkaian dari di mulai kegiatan pawai panjang Mulud 1448 H ujarnya.
Puncak acara pembukaan adalah prosesi pemotongan pita berwarna hijau. Didampingi seorang panitia yg membawa nampan berisi gunting, kemudian memotong pita sambil membaca Bismillah sebagai tanda dimulainya rangkaian pawai.
” Panjang Mulud Kampung Bengras 1448 H, saya nyatakan dimulai,” kata dia disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Usai pembukaan, ratusan warga langsung mengikuti pawai sepanjang 3 km, Berbagai panjang mulud seperti burung merak,macan,kerbau dll diarak dalam pawai tersebut, menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi warga masyarakat sekitar yang menonton di sepanjang jalan.
Ketua panitia mengatakan, Pawai Panjang Mulud tersebut bukan hanya sekadar memeriah kan tetapi juga bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan melestarikan budaya serta mempererat silaturahmi antar kampung
” kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dan tahun ini panitia mengundang enam kampung di antaranya kp.babakan, kp.jaha kp.garung, kp.palupuy dan kp.kadudago kegiatan ini menjadi agenda rutin tiap tahun ungkapnya.
Acara berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Warga berharap tradisi ini terus diwariskan ke generasi muda agar tidak hilang di telan waktu. ( red )






