Oknum Kepala Desa di Anyer Diduga Pukul Tukang Cukur, Kasus Berakhir Damai di Polsek Anyar


SERANG – TP -Seorang Oknum kepala desa berinisial J dari Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, diduga melakukan pemukulan terhadap seorang tukang cukur pada senin, 28 Juli 2025 yang lalu.

Peristiwa ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait antrean di sebuah kios pangkas rambut milik korban.

Menurut informasi yang diterima, insiden bermula ketika Oknum Kades J bersama stafnya mendatangi kios pangkas rambut di Kampung Cibaru, Desa Tambang Ayam. Saat itu, J datang dan mengantri namun tak lama J menerima telepon dan beralih tempat keluar sebentar tak jauh dari kios pangkas rambut.

Sementara J asik menerima telpon, tiba-tiba staff J tadi berinisiatif untuk mencukur lebih dulu. Tak lama berselang, oknum kades J selesai menelpon dan kembali ke dalam kios, ia mendapati stafnya sedang di cukur oleh korban.

Tanpa alasan yang jelas oknum Kades J pun pergi meninggalkan lokasi mengendarai mobilnya entah kemana.

Tidak berselang lama, oknum Kades J kembali dan langsung menghampiri korban yang sedang mencukur stafnya tersebut serta diduga langsung melayangkan pukulan berkali-kali hingga korban diduga mengalami luka memar dibagian wajahnya.

Anak dan istri korban yang melihat kejadian tersebut sontak histeris. Oknum Kades J lantas meninggalkan lokasi tanpa bertanggung jawab.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Anyar untuk menjalani visum. Namun, visum sempat tertunda karena alasan tidak ada alat.

Tak lama setelah itu, oknum Kades J datang ke lokasi puskesamas dan membawa korban ke Polsek Anyar, yang berjarak sekitar 200 meter dari puskesmas Anyar tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran infromasi tersebut melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Anyar, Iwan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya, langsung saling memahami dan memaafkan setelah bertemu karena ternyata kedua belah pihak ada kaitan keluarga juga rupanya, setelah korban membawa keluarganya yang ada di tambang ayam” tulis Iwan dalam pesan whatsappnya.

Iwan menambahkan bahwa kasus ini berakhir damai dihadapan pihak keluarga korban setelah kedua belah pihak saling menyadari dan memaafkan di hadapannya.

“Kedua belah pihak sudah saling memahami dan memaafkan,” ujar kapolsek Anyar saat dikonfirmasi terkait kelanjutan dari kejadian tersebut.

Meski mengakui adanya peristiwa tersebut, kapolsek Anyar menyatakan tidak ada laporan resmi yang masuk dari korban, sehingga kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum.

Kapolsek Anyar mengatakan, “Tidak ada pelaporan dari korban kang.” Tegasnya.

Awak media mencoba mengkonfirmasi ke kediaman J namun tidak membuahkan hasil, hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan resmi dari oknum kades tersebut. (TIM REDAKSI)

Posted in News

Berita Terkait

Top