Penjualan BBM Subsidi Jenis Pertalite Semakin Marak Di Wilayah Hukum Polsek Pamarayan, Kinerja Kapolsek di Pertanyakan
TP | Serang, – Maraknya penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang di Subsidikan oleh pemerintah diduga di jual belikan secara bebas (ilegal) di wilayah hukum Polsek Pamarayan dan disinyalir semakin merajalela.
Pantauan di lapangan Sabtu 02/05/2026. Terlihat di sepanjang jalur polsek Pamarayan mulai dari pasar Pamarayan sampai Harendong terlihat jelas praktik ilegal tersebut dinilai bebas dan tak pernah tersentuh dengan hukum.
Dengan adanya temuan tersebut hal ini tentunya menujukan lemah nya pengawasan dan tindakan dari polsek Pamarayan terhadap oknum pelaku penjualan BBM Jenis Pertalite.
Salah seorang warga sekitar yang nama nya enggan disebut saat di wawancarai oleh awak media mengatakan, “iya bang sebelumnya terkait pedagang yg menjual BBM jenis Pertalite ini pernah ada tindakan dari polres serang, tapi ga tau tuh kelanjutan nya, karna memang sampai saat ini di wilayah kami (Pamarayan) masih banyak yang menjual BBM jenis pertalite tersebut,” Katanya.
Disisi lain, Ag salah satu pedagang ilegal BBM Jenis Pertalite saat di konfirmasi membenarkan bahwasanya apa yang di lakukan nya selama ini tindakan ilegal dan melawan hukum.
“Iya bang kita ini jualannya ilegal kita mah hanya pemakaian sendiri bang, ga nyuplai kemana-kemana, untuk harga jual nya kita jual di harga 12 rebu bang, cuma dapet untung 2 rebu aja bang, kalo untuk himbauan atau teguran langsung dari polsek Pamarayan memang selama 2 tahun ini saya dagang bensin Eceran merek pertalite belum ada bang, dan kalo pun ada pasti saya berenti bang,” Terangnya.
Hal senada, di sampaikan pedagang ilegal BBM jenis Pertalite lainnya yang namanya enggan di sebut mengatakan, “iya bang kalo untuk dagang bensin pertalite disini kita udah lama, cuma kalo untuk himbauan atau teguran langsung dari pihak Polsek Pamarayan belum ada bang,” Bebernya.
Sementara itu saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp Kanit Reskrim polsek Pamarayan IPTU Muhamad Arpah,.S.H,. Mengatakan,
“Kalo pengecer banyak pak hasil pulbaket kami pake Pertamax kalo ada indikasi pidana pake pertalite kami terbuka pak salah satunya program dari babinkamtibmas untuk memberikan himbauan kepada para pedagang kalo menggunakan BBM subsidi di larang jadi skrg tidak mesti di pidana tp di himbau oleh babinkamtibmas kalo ada yg menjual BBM subsidi untuk tidak menjual kembali,” Jawabannya.
“Di desa mana pak ada penjualan BBM subsidi nnti saya 87 k Babin y biar di kasih himbauan kalo mengulangi kembali baru di proses pidana ya,” Tambahnya.
Dengan adanya jawaban konfirmasi dari salah satu perwakilan polsek Pamarayan menujukan jelas bahwa selama ini praktik ilegal tersebut disinyalir adanya pembiaran serta diduga tutup mata terhadap para penjual BBM jenis Pertalite yang memang secara Hukum di larang.
Perlu diketahui, Menjual BBM subsidi jenis Pertalite secara ilegal (seperti eceran/pertamini tanpa izin) dijerat dengan Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dengan UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Pelaku terancam pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar. (*/red)






