Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Sabotase Kepemilikan PT BUANA MITRA TEKNIKA, Eks Direktur akan Tempuh Jalur Hukum


TP / Bekasi / 1 Agustus 2025 – Sengketa kepemilikan dan kepengurusan di tubuh PT BUANA MITRA TEKNIKA mencuat ke permukaan setelah muncul laporan dugaan pemalsuan dokumen serta sabotase administratif yang dilakukan oleh Direktur baru, Siti Torikah, terhadap pendahulunya, Fauzi Rantiwa.

Fauzi Rantiwa, yang menjabat sebagai Direktur PT BUANA MITRA TEKNIKA sejak 3 Februari 2022 hingga 6 Desember 2024, melaporkan tindakan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Siti Torikah, yang kini tercatat sebagai Direktur perusahaan tersebut sejak 6 Desember 2024 hingga Agustus 2025.

Dalam laporan polisi yang teregister dengan nomor : LP/B/2.156/XI/2024/SPKT/SPKT Reskrim Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 30 November 2024, dan sudah turun Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/374/VII/2025/Restro bks kota tanggal 16 Juli 2025

Fauzi mengklaim bahwa telah terjadi pemalsuan tanda tangan serta pengambilalihan paksa terhadap kartu SIM pribadi atas namanya. Selain itu, terdapat dugaan pemalsuan dokumen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sepihak yang dilakukan di wilayah Bogor.

Perubahan data akta perusahaan juga menjadi sorotan. Dalam Akta Nomor 01 tertanggal 6 Desember 2025, disebutkan adanya manipulasi administratif yang mengarah pada tindakan ilegal. Termasuk di antaranya adalah pengalihan alamat perusahaan dari Ruko bintara loka Lt.02 No.19 kel. Bintara Kec. Bekasi Barat Jawa Barat, tanpa persetujuan direktur sebelumnya.

Siti Torikah kini menghadapi jeratan hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen, dengan ancaman pidana penjara hingga lima tahun. Pemalsuan tersebut diduga dilakukan untuk mengalihkan kepemilikan dan kendali atas perangkat komunikasi yang terhubung dengan akses data penting perusahaan.

Fauzi Rantiwa menyampaikan bahwa langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlindungan atas hak hukum dan integritas perusahaan. Ia juga berharap agar pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan penyelidikan menyeluruh.

Pihak PT BUANA MITRA TEKNIKA hingga berita ini diterbitkan belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan verifikasi dokumen serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dalam perkara ini. ( red )

Berita Terkait

Top